Hamil Sehat Bahagia | Masa Hamil --Melakukan hubungan intim pada saat hamil, merupakan topik yang sering
menjadi perdebatan. Perdebatan tersebut disebabkan karena kemungkinan
terjadinya keguguran atau kontraksi pada rahim pada saat ibu hamil sedang
orgasme, sehingga banyak yang menganjurkan agar pada trisemester di awal dan di
akhir kehamilan tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu.
Namun pada prakteknya, hal tersebut tentu saja akan menyulitkan bagi
pasangan tersebut karena harus menahan hasrat seksual selama hampir sembilan
bulan.
Beruntung telah ada penelitian yang membuktikan bahwa perhubungan intim di
trisemester terakhir kehamilan tidak akan membawa masalah baik keguguran maupun
kontraksi. Dengan catatan pada saat hamil tersebut tidak mengalami masalah
medis, seperti pendarahan, letak plasenta abnormal, rahim yang lemah atau
infeksi vagina.
Alasan yang menyebabkan melakukan hubungan intim pada saat kehamilan
memasuki umur 8 bulan, sebagai berikut:
- Tidak mengalami kehamilan prematur. Sering para calon ibu menguatirkan anaknya akan lahir prematur apabila
melakukan hubungan intim di trisemester terakhir. Namun pada kenyataannya hal
itu hanyalah mitos saja, asal secara medis kehamilannya sehat dan tidak ada
masalah seperti perdarahan, plasenta abnormal, rahim yang lemah, dan infeksi
vagina.
- Tidak akan menyakiti bayi. Banyak calon ibu, menguatirkan bayinya yang ada dalam kandungan apabila
melakukan hubungan intim di trisemester terakhir kehamilan. Ternyata bayi
aman-aman saja, karena terlindungin oleh dinding kantong ketuban.
- Meningkatkan kesehatan emosional. Dengan bercinta akan memberikan kesehatan mental pada si ibu, sehingga si
ibu bisa menjalankan masa-masa kehamilannya dengan lebih ceria.
- Meningkatkan ikatan dengan pasangan. Bercinta, akan membuat ikatan di antara suami istri akan semakin dekat.
Dengan ditemukannya fakta baru ini tentu saja diharapkan kehamil bukan menjadi
masalah dalam bercinta sehingga hubungan suami istri akan semakin dekat.
- Mencapai puncak amankah ?. Apabila ternyata dalam bercinta tersebut mencapai orgasme (mencapai
puncak), janganlah kuatir karena bayi dalam kandungan tidak akan mengalami luka
apapun juga. Bayi dalam kandungan terlindungi oleh kantong ketuban, lendir yang
tebal yang menutupi rahim, dan otot-otot rahim.
- Melakukan hubungan dengan posisi yang aman.Walaupun tidak terbukti melakukan hubungan intim di trisemester terakhir
kehamilan akan menyebabkan keguguran, alangkah baiknya tetap dijaga terutama
dalam posisi bercinta agar posisinya tidak menekan perut.
Selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan yang merawat agar diketahui
lebih cepat apabila ada masalah baik dengan ibu maupun bayi yang dalam
kandunganya.