Hal ini terlihat tidak mungkin terjadi, sebab apabila seorang wanita telah
hamil maka serviks akan tertutup lendir yang berakibat tidak dapat memproduksi
sel telur sementara waktu. Namun dalam kenyataannya ada juga wanita yang bisa
memproduksi dua sel telur sekaligus dan terjadinya ovulasinya berbeda.
Telur pertama ovulasi terlebih dahulu, dan berhasil dibuahi. Setelah itu
beberapa pekan telur kedua tersebut ovulasi dan pada saat itu terjadi hubungan
seksual dengan pasangan sehingga terjadi pembuahan walaupun pada saat itu wanita
tersebut sedang hamil.
Hal ini umumnya disebabkan selain karena sang wanita ternyata memiliki sel
telur lebih dari satu juga disebabkan oleh tidak terbentuknya lendir penutup
serviks. Apabila lendir penutup servik tidak terbentuk maka bisa menghasilkan terbentuknya
sel telur dan terjadinya ovulasi.
Namun ada juga yang dikarenakan seorang wanita mempunyai dua kantung rahim,
walaupun ini jarang terjadi juga sehingga masing-masing kantung rahim menyimpan
bayi yang dikandung secara terpisah.
Hamil pada saat sedang hamil disebut
superfetasi. Menurut Princeton.edu, superfetasi adalah terjadinya
pengembangan embrio pada hewan atau manusia yang sama. Pada mamalia, hal
tersebut berbentuk terjadinya janin dalam siklus menstruasi yang berbeda pada
saat embrio yang lain sudah terbentuk dan ada di dalam rahim.
Ada lagi istilah yang disebut superfekudasi, yaitu terjadinya pembuahan
oleh sperma terhadapa dua atau lebih sel telur dalam siklus haid yang sama
dengan waktu hubungan seks yang berbeda.
Kejadian hamil lagi pada saat sedang hamil, bisa dikatakan jarang sekali
terjadi pada manusia. Umumnya terjadi pada hewan seperti tikus, kuda, domba,
kangguru dan ikan poeciliid.
Apabila terjadi pada manusia, akan membawa akibat yang cukup serius,
seperti kemungkinan terjadi kelahiran prematur pada anak yang kedua. Kelahiran
prematur ini akan membuat sang bayi tersebut mengalami masalah perkembangan
pada paru-parunya, karena tentu saja pada kelahiran prematur fungs-fungsi organ
tubuh belum terbentuk dan berfungsi dengan benar.
Namun para bunda dan calon bunda tidaklah perlu kuatir karena hal ini
sangat jarang terjadi, bahkan seorang dokter kandungan senior yang berpraktek
di rumah sakit Mercy Baltimore, dr Robert Atlas belum pernah menangani kasus
hamil disaat sedang hamil.